Membangun Keluarga Harmonis Agar Awet Dan Bahagia

Keluarga itu ibarat sebuah negara dengan ukuran yang kecil, ada yang memimpin dan ada orang – orang yang dipimpin. Ayah sebagai pemimpin dan tulang punggung, ibu sebagai pendukung moral dan pengurus semua urusan rumah, dan anak yang akan membawa masa depan keluarga nantinya. Kehidupan berumah tangga memang sangat kompleks, apalagi bagi mereka yang baru mulai membangunnya. Kesamaan prinsip dan komitmen harus dimiliki oleh masing – masing pasangan agar dapat menumbuhkan keharmonisan dan hidup penuh kedamaian. Berikut ini adalah tips untuk membangun keluarga harmonis dan semoga bisa membantu anda para pasangan untuk selalu bahagia dan sejahtera.

1. Tumbuhkan Sikap Yang Terbuka

Membangun keluarga harmonis sangat membutuhkan sikap terbuka antara suami – istri dan juga anak. Janganlah sekalipun berbohong karena tidak ada manusia yang suka jika dibohongi. Dengan adanya sikap terbuka, maka akan tumbuh nilai – nilai kejujuran serta kedisiplinan. Ini akan menghindari keretakan dan perpecahan di masa depan.

2. Jangan Terlalu Mengatur

Saling mengatur memang diperlukan agar rencana yang telah sama – sama dibuat dapat berjalan sesuai dengan rencana. Namun tidak baik apabila salah satu orang menjadi terlalu mendominasi bahkan jika sampai menimbulkan konflik. Meskipun memang biasanya keuangan dan segala kebutuhan rumah diatur oleh istir, namun sikap yang terlalu mendominasi akan membuat suami tersinggung sebab memang pada dasarnya adalah tugas suami untuk memimpin keluarganya.

3. Hormati Satu Dengan Yang Lain

Penting untuk menghormati satu dan yang lain agar masing – masing orang merasa sangat dihargai dan agar dapat menimbulkan rasa percaya diri. Ini juga akan membuat anggota keluarga merasa di support satu sama lain saat ada masalah datang menghampiri.

4. Selesaikan Masalah Dengan Baik

Jika ingin mengambil sebuah keputusan dalam sebuah masalah, cara yang paling baik adalah dengan duduk bersama dan menyelesaikannya dengan cara yang baik. Jika bertengkar sekalipun, sebagai suami maka adalah kewajibannya untuk meminta maaf kepada sang istri agar ia merasa dihargai dan disayang.