Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Pinjam Duit Online

uang-elektronik
Uang Elektronik

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita menemukan situasi dimana kita harus melakukan pengeluaran dengan nilai yang cukup besar. Sedangkan situasi keuangan sedang tidak mendukung. Oleh karena itu pinjam duit online bisa jadi salah satu solusinya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang penyelenggara pinjaman online resmi mengakses daftar kontak, berkas gambar dan informasi pribadi dari ponsel pengguna. Mereka juga wajib memenuhi seluruh ketentuan POJK 77/2016 dan POJK 18/2018 mengenai Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Regulator juga menghimbau untuk memastikan setiap pelanggan meminjam di perusahaan yang terdaftar atau berizin di OJK. OJK pun membagikan tips bagi kalian yang ingin meminjam uang secara online. Berikut 6 saran pinjam duit online yang bisa kamu ikuti.  

1. Pastikan Meminjam di Perusahaan yang Terdaftar di OJK

Kamu dapat melakukan cek legalitas perusahaan pemberi pinjaman melalui telepon Kontak OJK 157 atau di website OJK (www.ojk.go.id).

2. Pinjam Sesuai dengan Kebutuhan produktif dan Maksimal 30% dari Penghasilan

Pinjam untuk kebutuhan produktif, bukan konsumtif, dan tidak melebihi 30% dari penghasilan agar tidak memberatkan. Pertimbangkan tanggungan atau cicilan lain yang juga harus dibayar.

3. Lunasi Cicilan Tepat Waktu

Bayar cicilan tepat waktu untuk menghindari denda yang membengkak. Agar tidak lupa membayar, pasang alarm kalender di ponsel atau beri tanda pada kalender di rumah atau kantor.

4. Jangan Lakukan Gali Lubang Tutup Lubang

Jangan membayar uang pinjaman dengan pinjaman yang lainnya untuk menghindari terlilit hutang. Jadikan membayar cicilan sebagai prioritas utama setelah menerima gaji.

5. Ketahui Bunga dan Denda Pinjaman

Sebelum pinjam duit online, pelajari dan survei terlebih dahulu bunga dan denda yang ditawarkan. Pilihlah pinjaman online yang menawarkan nilai bunga dan nilai denda paling rendah untuk meringankan cicilan.

6. Pahami Kontrak Perjanjian

Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila belum jelas.

Maraknya perusahaan financial technology alias fintech yang menyediakan layanan pinjam meminjam uang yang memberikan bunga pinjaman tinggi juga menjadi perhatian besar bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, saat ini terdapat ciri utama yang harus diketahui masyarakat agar tidak menjadi korban fintech ilegal. Utamanya yaitu mereka memberikan bunga pinjaman sangat tinggi hingga proses penagihan yang tidak wajar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *