4 Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal Dari Investor

kirim-uang
Kirim Uang

Mendapat suntikan modal besar dari investor mungkin menjadi impian sebagian pengusaha di manapun berada. Meski gak punya modal tambahan dari orang lain, kamu juga tetap bisa sukses asal memerhatikan lima cara memulai bisnis pintar di bawah ini.

Banyak orang beranggapan, mendapatkan modal besar merupakan tanda usaha yang kita jalani bakal makin sukses ke depannya. Padahal, hal itu belum tentu terjadi bila pondasi usaha kita gak kuat.

Penasaran apa aja yang harus diperhatikan? Mending langsung aja ketahui 4 cara memulai bisnis yang pintar tanpa adanya modal dari investor berikut:

1. Bekerja sambil berbisnis

ketika kamu memiliki usaha tanpa campur tangan orang lain, itu artinya kamu memiliki waktu yang lebih leluasa untuk tetap bisa bekerja di profesi utama kamu.

Cara seperti ini bertujuan agar kamu memiliki sokongan modal dari pendapatan rutin setiap bulannya.

2. Membuat skala prioritas

Akibat dana yang terbatas dalam membangun usaha, maka kamu butuh membuat daftar skala prioritas hal apa saja yang menjadi fokus utama pengeluaran.

Misalnya, apakah perlu mengeluarkan bujet marketing, padahal di sosial media kita bisa memasarkan produk dengan cara yang gratis. Uang tersebut bisa dialokasikan ke kebutuhan lainnya seperti pengembangan produk atau membayar pegawai.

3. Mencari pegawai yang tepat

Cara memulai bisnis ketiga adalah, mencari sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Emang sih untuk mendapatkannya bukan hal mudah, tetapi paling gak kamu harus menyeleksinya secara ketat.

Kalau kamu udah mendapat pegawai yang tepat, beban kerja kamu bakal sedikit ringan. Kalau udah gitu, kamu bisa fokus dalam pengembangan market ke depannya.

Kalau mau lebih irit lagi sih bisa menggunakan jasa keluarga yang punya banyak waktu luang. Pasalnya, kamu sudah mengenal baik kepribadian mereka sehingga bisa memantaunya lebih efisien.

4. Fokus kepada pelanggan, bukan investor

Beberapa pengusaha muda di Indonesia lebih memikirkan modal daripada kepuasan pelanggan. Alasannya, dengan mendapat dana tambahan maka mereka bisa mengekspansi produk atau jasa yang diperjualkan.

Sebetulnya pemikiran seperti itu sedikit terbalik. Karena seharusnya kamu lebih mementingkan kepuasan pelanggan dahulu. Gimana ceritanya kalau kamu gak memikirkan keluhan pelanggan tapi pengin usahanya semakin maju?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *